4 Hal yang Membuat Anak Unik dan Berbeda

Anak adalah anugerah terindah titipan Allah. Tidak setiap pasangan memiliki kesempatan mendapatkannya, sebesar apapun upayanya. Sebaliknya, tidak sedikit yang tidak mengharapkan kehadiran anak, tetapi Allah menganugerahkan kepadanya. Semua adalah rahasia Ilahi. Tak ada yang dapat menebak.

Bila telah mendapat titipan Allah maka kewajiban orang tua adalah merawat dan mendidiknya dengan cara yang sesuai dengan tuntunan Rasulullaah.

Pendidikan anak erat kaitannya dengan komunikasi. Jalinan komunikasi yang baik berpengaruh besar pada keberhasilan pendidikannya. Dalam keseharian, ibu adalah pemegang kendali terbesar komunikasi dengan anak. Sembilan bulan dalam kandungan ibu, setelah lahir harus dilanjutkan dengan upaya tanpa henti berinteraksi dengan anak menanamkan nilai-nilai kebaikan dan meningkatkan kecerdasan.

Namun, satu hal yang terlupakan dan diabaikan orang tua, bahwa setiap anak itu unik. Mereka memiliki karakter yang berbeda-beda dan tentu tidak selalu sama satu dengan yang lain, meskipun mereka bersaudara. Oleh karena itu, agar komunikasi berhasil, maka orang tua harus mengetahui pola komunikasi sesuai dengan keunikan atau kekhasan anaknya.

Apa saja yang membuat setiap anak unik dan berbeda?

1. Setiap Anak Berkembang Sesuai Fasenya Masing-masing

Setiap anak berbeda kondisinya saat lahir. Demikian pula stimulus yang diterimanya. Itulah sebabnya, komunikasi dengan setiap anak berbeda

2. Setiap Anak Menghadapi Jenis Kesulitan yang Berbeda

Anak menghadapi jenis kesulitan yang berbeda. Oleh karena itu, orang tua tidak boleh membandingkan antara anak yang satu dengan yang lain. Membandingkan pencapaian kemampuan anak hanya membuat komunikasi menjadi rumit. Hal ini karena orang tua cenderung fokus pada kelemahan anak, bahkan menyesalinya, dan tidak bersyukur pada kelebihan dan keunggulan anak. Bukankah setiap diri memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing?

3. Setiap Anak Memiliki Keinginan untuk Didengar

Jangan hanya meminta anak mendengar, tetapi juga dengarlah keinginannya. Belajarlah memahami,  tidak hanya ingin dipahami. Komunikasi dua arah sejak dini membuatnya merasa dimengerti dan menambah rasa percaya dirinya.

4. Setiap Anak Memiliki Kelebihan Masing-masing

Bila orang tua terlalu fokus pada kekurangan anak, sampai kapan pun tidak akan menemukan kelebihannya. Padahal setiap anak dikaruniai kekurangan dan kelebihan. Tidak mungkin hanya ada kekurangan saja, tanpa ada kelebihannya. Juga tidak mungkin ada kelebihan saja, tanpa ada kekurangannya. Dengan membuka hati seluas-luasnya dan mensyukuri setiap jengkal perkembangannya,  akan dengan mudah menemukan kelebihannya.

Orang tua yang baik bukan yang mencetak anak sesuai keinginannya, tetapi mengambil peran mendampingi anak mewujudkan impian terbaiknya. Bukan memaksakan anak mengikuti kemauannya sendiri, tetapi mengarahkan anak dengan komunikasi yang baik menggali potensi terbaiknya.

Orang tua tidak perlu kaku dengan patokan-patokan yang dibuatnya sendiri. Tidak perlu panik atau rendah diri bila ternyata perkembangannya berbeda dengan teman sebayanya, terlebih bila anak masih bayi atau balita.

Bagaimana bila ternyata keunikan anak mengarah pada kekurangan, baik fisik maupun mentalnya?

Semua adalah ciptaan Allah. Tidak mungkin Allah menciptakan produk gagal. Allah menutupi satu kelebihan, tentu dengan membuka kelebihan yang lain. Tidak mungkin seorang anak hanya memiliki kekurangan saja, tanpa kelebihan.
Ketertinggalannnya pada satu atau lebih bidang perkembangan tertentu, tentu diiringi bidang perkembangan lain yang lebih unggul.

Kuncinya adalah kesabaran dan penerimaan penuh, bagaimana pun kondisi anak. Keikhlasan menerima kenyataan akan melahirkan energi positif dan menjadikan orang tua  bersemangat menggali potensi anak, tidak lelah terus berupaya, dan selalu yakin akan datangnya pertolongan Allah.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like