6 Kelebihan Anak Sensitif yang Kerap Terlewatkan

Anak-anak terlahir berbeda satu dengan yang lain, meskipun bersaudara. Cara mendidik, faktor lingkungan, dan faktor keturunan, adalah beberapa hal yang bisa mempengaruhi kepribadian anak. 

Anak sensitif adalah anak yang hatinya mudah tersentuh. Dia akan dengan mudah menolong karena terenyuh. Mudah marah, tersinggung, dan bahagia, tetapi mudah pula menangis karena hal-hal kecil.

Menjadi orang tua dari anak yang sensitif memang tantangan tersendiri. Perlu kesabaran ekstra dan waktu luang untuk memahami anak sensitif. Meskipun demikian, anak sensitif memiliki kelebihan.
Tulisan kali ini akan membahas sedikit lebih detail tentang kelebihan anak sensitif

1. Tidak Suka Konflik

Anak sensitif tidak suka terlibat konflik, bagaimana pun bentuknya. Mereka lebih suka berdamai dengan keadaan karena konflik membuat dirinya dikritik atau disalahkan yang berakibat tidak nyamannya perasaan. Semakin berkonflik, makin sensitif, dan makin membuatnya cemas. Sebaliknya, dengan tidak terlibat konflik, akan membuatnya tidak terlibat dengan siapa pun yang mungkin akan membuatnya sakit hati.

2.  Cepat Tanggap

Anak yang sensitif bisa segera merasa perubahan suasana hati lawan bicaranya. Mereka bisa mengamati dan merasakan mimik muka, intonasi suara, atau bahasa tubuh. Bahkan, beberapa anak sensitif bisa segera tahu orang yang bersedih, tersinggung, kecewa, atau marah. Hal ini tentu memudahkan untuk upaya mencairkan suasana agar tidak keruh karena suasana hati yang tidak nyaman.

3. Rasa Empati Tinggi

Anak-anak yang sensitif cenderung lembut, penyayang, dan kreatif. Mereka tidak egois, lebih memiliki banyak rencana, dan sering  menunjukkan sikap penuh kasih sayang kepada orang-orang di sekitarnya. Juga tidak bisa menahan diri untuk tidak menolong atau memperhatikan, sebagai bentuk empati terhadap siapa saja yang menemui kesulitan. Bila menghadapi situasi yang berpotensi konflik dia menghindar maka pada situasi tertentu saat seseorang membutuhkan pertolongan, dia akan datang menolong.

4. Peka dengan Perasaan Orang Lain

Anak sensitif terbiasa peka dengan perasaan orang lain, juga berhati-hati dalam bersikap dan berbicara karena mereka tahu bagaimana rasanya bila terganggu. Setiap tindakan dan perkataan dijaga sekuat tenaga karena sering menyadari emosi lawan bicara. Itulah sebabnya, sebagian anak sensitif bahkan bisa sangat disayang temannya karena kepekaannya ini. Juga bisa dibenci karena dianggap terlalu sensitif dan terlalu merespons negatif segala hal buruk yang didengarnya.

5. Suka Berpikir Mendalam

Anak sensitif selalu berusaha memikirkan terlebih dahulu tindakan yang akan diambilnya. Kekhawatiran pada banyak hal membuat mereka berhati-hati mengambil langkah, apalagi bila berhubungan dengan orang lain. Itulah sebabnya, anak sensitif sering memikirkan segala sesuatu lebih mendalam terlebih dahulu sebelum melakukan segala sesuatu.

6.Tulus dan Jujur

Kelebihan utama anak sensitif adalah selalu ingin tulus dan jujur dalam setiap kata-kata dan perbuatan. Mereka tipe anak yang menerima orang lain apa adanya. Tidak ada kepalsuan dalam diri mereka karena selalu ingin melakukan yang terbaik agar orang lain di sekitarnya merasa nyaman. Seperti diri mereka yang selalu mendamba suasana nyaman.

Berkomunikasi dengan anak sensitif tentu harus lebih berhati-hati. Bila tidak sabar dan langsung memarahi karena sikap sensitifnya yang kadang mengganggu, seperti mudah tersinggung atau mudah ngambek maka anak akan makin sulit dikendalikan.

Berkomunikasi dengan anak sensitif harus lebih responsif, lebih menghargai perasaannya, lebih sabar dan lembut, segera meminta maaf bila bersalah, dan segera mencari solusi bila ada masalah.

Bila orang tua dapat menempatkan diri dengan baik, tidak egois, dan tidak menyerang maka anak akan segan dan nyaman berkomunikasi dengan orang tua.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like