Jangan Pasif dengan Anak Sensitif. Ini yang Bisa Dilakukan untuk Menghadapinya

Pernahkah merasa serba salah menghadapi anak?
Didiamkan salah, diingatkan cemberut, dimarahi malah menangis.
Salah bicara sedikit saja, ngambeknya berjam-jam.
Salah bersikap sedikit saja, diamnya berhari-hari
Mungkin memang dia anak yang sensitif

Anak sensitif adalah anak yang hatinya mudah tersentuh. Dia akan dengan mudah menolong karena terenyuh. Mudah marah, tersinggung, dan bahagia, tetapi mudah pula menangis karena hal-hal kecil.

Anak sensitif tidak selalu anak pemalu atau pendiam. Mereka umumnya tidak hanya sensitif secara emosional, tetapi seluruh indranya pun demikian. Suara gaduh, cahaya yang terlalu terang, atau hawa yang sangat panas, bisa membuatnya bereaksi karena tidak nyaman.

Umumnya, tidak pernah dikritik, kurang bersosialisasi, suka mengkhayal, dan sering berpikir negatif adalah beberapa penyebab anak menjadi sensitif

Berkomunikasi dengan anak sensitif membutuhkan trik khusus. Suara keras, tindakan sedikit kasar, dan pemberian konsekuensi bisa makin menimbulkan masalah bagi dirinya. Orang tua perlu merancang dulu kalimat atau tindakan yang tepat agar tidak menyentuh sisi sensitifnya. Tentu agar anak tidak salah menanggapi apa maksud kata-kata dan sikap orang tua yang sebenarnya.

Baca juga:

6 Kelebihan Anak Sensitif yang Kerap Terlewatkan

Bagaimana caranya menghadapi  anak sensitif?

1. Anggap Sensitifnya adalah Sesuatu yang Positif

Anak yang sensitif tidak dapat diubah menjadi tidak sensitif atau cuek. Orang tua harus menerima dirinya apa adanya karena yang paling mungkin dilakukan adalah membuat sensitivitasnya itu bermanfaat atau menjadi kelebihannya.  Kelebihan anak sensitif adalah:
➡️ tidak suka terlibat konflik
➡️ rasa empati tinggi
➡️ cepat tanggap
➡️ peka dan peduli
➡️ suka berpikir mendalam

Sederet kelebihan di atas tidak dapat diabaikan begitu saja. Orang tua harus tanggap dengan kelebihan anak sensitif seperti di atas dan menindaklanjuti secara proporsional. Bukan berusaha mengubahnya karena dianggap mengganggu.

2. Konsisten Menerapkan Aturan

Jangan karena dirinya “berbeda” membuat orang tua tidak konsisten menerapkan aturan. Ngambek, mogok, marah, atau cemberutnya tidak perlu dijadikan alasan melonggarkan aturan. Lebih baik memberinya batasan, tetapi terus konsisten  menerapkannya. Hal ini penting agar dia tahu bahwa setiap kata dan tindakannya ada konsekuensinya. Sekaligus untuk membuatnya sadar bahwa ketidaksukaannya pada sesuatu bisa ditunjukkan dengan respons yang baik.

3. Hargai Sekecil Apa pun Usahanya

Anak yang sensitif mudah sedih bila tidak mampu mencapai apa yang diinginkan. Menghargai usahanya dengan dorongan semangat, pujian tulus, dan pendampingan dapat membuatnya berhasil melakukan sesuatu. Berikan dia wawasan, meski dengan bahasa sederhana, bahwa kegagalan itu hal yang biasa dalam hidup. Dari kegagalanlah pengalaman hidup bertambah.

4. Ajarkan Memecahkan Masalah

Mengajarkan anak memecahkan masalah membuatnya mandiri dan percaya diri. Anak sensitif terlalu menggunakan perasaannya dalam bertindak dan mengambil keputusan. Bila terbiasa memecahkan masalah, akan membuatnya mampu mengatasi perasaannya yang mudah tidak nyaman.

5. Menunjukkan Cara Berekspresi yang Benar

Pada fase awal, anak mungkin belum paham bahwa caranya berekspresi keliru dan menyulitkan orang lain. Seiring bertambahnya usia, anak harus sudah mampu mengetahui cara berekspresi dan menunjukkan perasaan dengan cara yang wajar. Mereka juga harus belajar cara yang tepat mengatasi perasaannya. Orang tualah yang mengajarkan dan mendampinginya pada saat rumit dalam tiap tahap perkembangannya.

Sifat sensitif sebetulnya dimiliki setiap anak. Hanya saja, kadarnya berbeda-beda tergantung peran orang tua, kondisi hati, dan pengaruh lingkungan. Makin bertambahnya usia, seseorang akan makin bijak mengelola perasaan sensitifnya. Anak-anak pada fase usia remaja dan dewasa awal seharusnya tingkat sensitivitasnya berkurang, seiring dengan kemampuannya menggunakan perasaan dan pikirannya secara tepat.
(Bersambung)

#Day11
#ODOP
#EstrilookCommunity

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like