6 Hal yang Harus Disiapkan Saat Anak Berangkat Berkemah

Apakah Anda termasuk ibu yang galau saat anak berangkat kemah?
Apakah Anda tidak mengizinkan anak berangkat kemah karena terlalu khawatir?
Apakah Anda mempersiapkan dengan matang kelengkapan anak berangkat kemah?

Orang tua yang galau saat anak berangkat kemah sebenarnya wajar saja. Terlebih lagi, anak yang masih usia SD. Tentu muncul kekhawatiran di hati orang tua, terutama ibu, terkait keberangkatan anak.

Tentu saja, orang tua tidak bisa melarang keberangkatan anak bila kemah adalah program sekolah yang sudah dijadwalkan. Kepanikan berlebihan tentu tidak perlu karena para guru akan menjaga dengan baik selama jauh dari orang tua.

Demikian juga saat anak kami, Hanum Aulia Rusydaa, siswi kelas 5 SD Muhammadiyah 12 Surabaya saat berangkat kemah pada tanggal 24 sampai 26 September 2019. Antara cemas, galau, gelisah, bercampur dengan keinginan agar anak mandiri membuat kami akhirnya menguatkan hati melepas kepergian Hanum untuk kemah

Bertempat di Alas Pelangi Trawas Mojokerto, Hanum berangkat bersama lebih dari seratus teman dan beberapa guru mengendarai truk Angkatan Laut pada pagi hari, Selasa 24 September 2019.  Kerumunan wali murid sudah memenuhi halaman sekolah saat rombongan akan berangkat pada pukul 09.00. Para wali murid, kebanyakan ibu-ibu, membantu persiapan anak-anak mulai mengecek kelengkapan yang harus dibawa, membawakan aneka snack, dan memastikan semua barang sudah ditata dengan rapi.

Kehebohan terus berlanjut hingga saat anak berangkat mengendarai lima truk besar. Ada wajah biasa, ada wajah was-was, dan ada pula wajah gembira penuh canda tawa berbaur dengan riuhnya celoteh anak-anak yang terlihat bahagia berangkat kemah. Hanum, anak kami, ada di antara kerumunan anak-anak gembira itu.

Baca juga:

8 Tips Mudah Melatih Kemandirian Anak

Sebenarnya, kalau dipikir-pikir, mengapa sampai ada galau berlebihan di hati ibu? Bukankan kemah adalah kegiatan tahunan yang rutin diadakan sekolah? Sebenarnya lebih baik orang tua melakukan serangkaian persiapan. Apa saja persiapan anak kemah?

1. Beri Anak Motivasi 

Tidak usah memikirkan kondisi minim di lokasi, seperti udara yang mungkin terlalu dingin atau terlalu panas, alas tidur yang kurang nyaman, penerangan yang seadanya, dan situasi minim lainnya. Yakin saja bahwa para guru akan menjaga mereka. Berikan anak motivasi dengan deretan manfaat kemah agar tetap menjalani dengan semangat, meskipun dalam ketidaknyamanan.

2. Kuatkan Hati Ibu

Antri mengambil makanan.
Hanum paling kanan, kerudung pink



Tidak perlu khawatir berlebihan. Kuatkan hati ibu agar berimbas langsung pada kekuatan dan semangat anak. Bukankah anak harus disiapkan menjadi pribadi yang tangguh? Biarkan anak belajar kemandirian dan tetap kuat menghadapi segala kesulitan. Yakinkan anak, bahwa orang tua mendukung sepenuhnya.

3. Bawa Barang Seperlunya



Buatlah daftar barang bawaan anak selama kemah. Biasanya, pihak sekolah sudah memberi daftar barang yang harus dibawa, baik kelompok maupun pribadi. Pastikan yang dibawa adalah yang benar-benar dibutuhkan anak. Tidak sampai kekurangan, tetapi juga tidak sampai berlebihan.

4. Latih Anak agar Efisien

Latih anak agar efisien dengan barang-barang yang dibawanya. Melipat pakaian dengan cara digulung, membawa perlengkapan mandi dalam ukuran kecil, membawa baju yang tidak terlalu tebal, dan tas yang mudah dibawa.

5. Buat Daftar Kontak



Selain grup WA, sebaiknya wali murid memiliki daftar kontak para guru agar sewaktu-waktu bisa dihubungi. Namun, bila hanya ingin mengetahui situasi anak, tentu sudah dikabarkan di grup WA. Jadi, tidak perlu sebentar-sebentar bertanya karena tentu merepotkan para guru yang sedang bertugas.

6. Pastikan Anak Sehat Saat Berangkat

Inilah yang terpenting. Saat hendak berangkat kemah, pastikan anak tidak sedang sakit. Jangan berharap anak akan sembuh di lokasi kemah bila saat berangkat sudah sakit. Kegiatan yang padat dan memerlukan fisik prima mengharuskan anak sehat saat berangkat.

Demikian tujuh hal yang harus disiapkan saat anak berangkat kemah. Bila sudah disiapkan secara matang, sudah tidak perlu lagi ada galau dan khawatir. Biarkan anak menjadi tangguh dan lebih mandiri dengan berkemah.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like