7 Cara Mengatasi Anak Manja

Pernahkah melihat anak Anda sering tantrum, tidak mau melakukan segala sesuatu sendiri, dan maunya minta lebih tetapi tidak mau berbagi?

Hati-hati. Ketiga hal di atas adalah ciri-citi anak manja. Kadang, sebagai orang tua kita tidak menyadari bahwa kasih sayang kita kepada anak berlebihan hingga membuatnya menjadi manja. Tidak jarang, lupa mengajarkannya bersabar dan lebih peka.

Bagaimana cara orang tua menghadapi anak manja? 
Membiarkannya?
Terus menuruti keinginannya?

Orang tua mana yang anaknya tidak pernah rewel?

Tidak pernah merengek?
Atau tidak pernah merajuk?

Setiap anak tentu punya saat tidak tenang, tidak patuh, dan semaunya sendiri. Pada tahap usia tertentu, anak belum mampu mengelola keinginannya sehingga apa pun yang diinginkan selalu minta dipenuhi, bahkan ingin segera.

Sebagian orang tua kadang tidak konsisten, tidak disiplin, dan kadang terlalu mengalah dengan anak.

Mereka menganggap hal itu wajar saja atas nama cinta dan sayang kepada anak, padahal justru sikap itulah yang memicu anak menjadi manja.
Ketika tidak terpenuhi keinginannya, anak manja akan marah, memukul, menendang, atau melempar barang. Tidak jarang, tindakan buruk tanda protesnya itu melukai dirinya sendiri. Orang tua akan dihadapkan pada situasi sulit, antara mengabaikan atau memperhatikan. 
Akibat anak terlalu dimanja, bisa berdampak negatif sebagai berikut.
1. Tidak Mandiri
Anak yang dimanja cenderung merasa tidak perlu bersusah payah mengusahakan sesuatu. Hal ini karena mereka yakin bantuan orang tua akan segera datang sehingga menyebabkan dirinya tidak mandiri.

Baca juga

8 Tips Mudah Melatih Kemandirian Anak

2. Keras Kepala dan Pemarah
Akibat sering dimanja dan dituruti semua keinginannya, anak akan kecewa bila suatu saat tidak dituruti. Anak bisa jadi marah dan frustasi, serta menunjukkan sikap tidak menyenangkan terhadap orang tua.
3. Egois dan Pembangkang
Merasa selalu diutamakan, anak yang terlalu dimanja bisa menjadi egois dan cenderung melawan orang tua. Sikap pembangkang ini bisa terus menetap hingga dewasa bila terus dimanja.
4. Tidak Hormat
Perlakuan yang tidak tegas kadang bisa menjadikan anak yang dimanja tidak hormat kepada orang tua. Anak manja biasanya merasa dirinya penting dan utama sehingga membuatnya tidak hormat kepada orang tua bila tidak segera diberi pengertian.

Yang mengerikan adalah bila sikap manja itu terus berlanjut hingga remaja, bahkan dewasa. Betapa banyak hubungan pertemanan kandas dan hubungan suami istri juga berantakan akibat salah satu pihak memiliki sikap manja. Dia akan bertindak semaunya dan mementingkan diri sendiri. 

Menghadapi anak yang sudah telanjur manja memang tidak mudah. Namun, orang tua tetap harus mencari tahu caranya untuk mengatasi.
Bagaimana caranya?
1. Beri Penjelasan Sederhana
Sumber foto: Unsplash.com
Anak harus diberi penjelasan saat dia menangis atau marah karena keinginannya tidak terpenuhi. Penjelasan yang diberikan tentu harus sederhana agar anak mudah memahami dan tidak mengulangi lagi. Bila sedih dan marahnya tidak kunjung berakhir, berikan lagi penjelasan baru yang lebih mengena dan lebih sederhana.
2. Konsisten

Sumber foto: Unsplash.com

Bila aturan sudah dibuat, pastikan menerapkannya secara konsisten. Anak akan bingung bila orang tua tidak konsisten. Kadang dibolehkan, kadang tidak. Kadang begini, kadang begitu, mana yang benar jadi tidak jelas.

Baca juga

6 Cara Melatih Konsistensi pada Anak

3. Beri Pujian

Sumber foto: Unsplash.com

Saat anak telah berusaha mematuhi aturan orang tua, berikan pujian tulus. Tunjukkan kepada anak bahwa orang tua menghargai kemauannya berbuat baik seperti harapan orang tua. Pujian juga berguna untuk menambah rasa percaya diri dan keyakinannya akan dukungan orang tua untuknya.
4. Beri Hukuman

Sumber foto: Unsplash.com

Jangan segan memberi hukuman bila anak tidak sesuai dengan aturan yang dibuat orang tua. Tentu bukan hukuman yang memberatkan. Hanya hukuman sebagai tanda orang tua kecewa atas perilaku tidak baiknya. Biarkan anak merasakan kekecewaaan orang tua dengan caranya.
5. Beri Petunjuk Perbuatan Baik dan Buruk

Sumber foto: Unsplash.com

Terkadang, anak tidak berbuat baik karena belum melihat contoh langsung. Buatlah anak paham mana perbuatan yang baik dan mana yang buruk dengan penjelasan sederhana yang mudah dipahami.
6. Bersikap Tegas, Tetapi Tidak Kasar
Sumber foto: Unsplash.com
Bersikap tegas penting untuk menunjukkan bahwa orang tua ingin perbaikan atas sikap dan perilaku buruk anak. Hindari bersikap dan berkata kasar, meskipun untuk tujuan yang baik. Jadikan anak merasakan bahwa ketegasan orang tua adalah bukti kasih sayangnya.
7. Menahan Diri

Sumber foto: Unsplash.com

Saat sedang emosi, baik karena anak atau bukan, lebih baik menghindar dulu dari anak. Hal ini agar anak tidak menjadi sasaran kemarahan yang berdampak negatif bagi anak. Orang tua sebaiknya belajar menahan diri agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sikap manja sebetulnya wajar saja terjadi pada anak. Namun, bila berlebihan tentu tidak baik bagi tumbuh kembangnya. 

Sebagai orang tua, menunjukkan kasih sayang terhadap anak ditunjukkan dengan menuruti keinginannya tentu wajar saja, asalkan tidak berlebihan. Bila berlebihan, bisa membuat anak tidak menghargai orang tua dan cenderung menjadikan orang tua tidak berguna di mata anak

Tidak ada yang ingin memiliki anak manja dan tidak mandiri. Oleh karena itu, sikap dan perilaku orang tua harus benar-benar dijaga agar tidak sampai membuat anak terlalu bergantung dan manja.
0 Shares:
22 comments
  1. Benar sekali kita jangan selalu menuruti keinginan anak supaya anak tidak manja. Jadi kita perlu melatih anak supaya mandiri. Karena kemandirian inilah yang akan membantunya meraih masa depan yang diinginkan

  2. Saya lihat Poin 6 dan 7 sering diterapkan tidak benar oleh orang tua.

    Terutama ketika sikecil tiba-tiba tantrum di tempat umum.

    Menghadapi anak kecil harus memang penuh dengan kesabaran ya Kak.

  3. Sering melihat di sekitar ciri dari anak manja ini. Dan setuju sikap dan perilaku orang tua harus benar-benar dijaga agar tidak sampai membuat anak terlalu bergantung dan manja sampai kelak ia dewasa

  4. Belum pernah menghadapi anak manja, mudah2an anak saya nanti ngga manja sih. Meskipun kadang Bapaknya manjain banget. Terimakasih sharingnya mba

  5. Manja perlu tetapi jangan sampai berlebihan. Sebab anak mau bermanja² dengan siapa lagi kan ya mbak,, kecuali pada orang tua kandungnya sendiri. Gak mungkin juga manja² sama orang lain. Nice share Mba.

  6. Konsisten, ini penting banget
    Dan pastinya harus kompak antara Ayah dan Ibu. Jangan sampai Ibunya bilang nggak, Ayah ngebolehin dengan alasan gak tega melihat anak merengek

    Terimakasih artikelnya mbak
    Membantu sekali buat mendidik anak jadi mandiri

  7. terima kasih atas sarannya mbak dian, tapi jangan lupa dilihat dlagi usia anak ya, beberapa ada yang relevan dengan usianya jika sudah di atas 7 tahun. Mendidik memang tidak bisa mendadak

  8. Melatih kemandirian sejak dini itu penting ya kak karena bagaimanapun segala sesuatu yg sdh mengakar dari kecil akan terbiasa seiring bertambah usia…selain itu melatih kebetanian juga..

  9. Melatih kemandirian sejak dini itu penting ya kak karena anak sesuatu yg sdh terbiasa akan jadi kebiasaan seiring bertambahnya usia. Kemandirian jg mengajarkan anak untuk berani tanggung jawab tanpa bergantung ke org lain

  10. Sungguh susah jadi orang tua. Terkadang, teori dan praktek susah sekali seiring. apalagi emosi sudah datang. tetap harus semangat ya kak, karena anak adalah investasi akhirat kita.

  11. batas tipis antara menunjukkan ksih sayang dengan memenjakan, ya mbak. kadang kita salah mengartikan maksud mengungkapkan kasih sayang, tapi jatuhnya malah memanjakan, padahal bisa jadi kebiasaan yang akhirnya anaknya tumnuh jadi anak manja

  12. Selagi masih kecil jgn terlalu dimanja, apa2 dituruti maunya, harusnya tidak terlalu dituruti. Krn kl sudah terbiasa ya bakalan manja terus maunya dituruti. Penting banget nih tipsnya buat dishare dan disave

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like