5 Tips Agar Anak Bersedia Sekolah di Pondok Pesantren

Foto: Google

Punya anak patuh tentu menyenangkan. Semua yang diperintahkan orang tua dilaksanakan dengan senang hati. Tidak ada penolakan dan bantahan, juga sikap tak menyenangkan lain.

Bagaimana saat anak diperintahkan mondok? Tidak semua anak dapat memahami besarnya kekhawatiran orang tua akan banyaknya pengaruh buruk yang bisa merusak kepribadian anak. Sebagian besar anak justru menginginkan kebebasan.

Membekali anak dengan ilmu agama adalah kewajiban orang tua. Setiap orang tua tentu menginginkan anak-anaknya hidup bahagia dunia akhirat. Kebahagiaan tentunya tidak selalu berupa materi. Segala bentuk kenyamanan dan kemudahan bisa diraih dengan materi. Namun kekuatan mental dan kenyamanan batin tidaklah selalu dengan materi.

Orang tua yang bijak hendaknya mengutamakan lingkungan yang baik bagi perkembangan anak-anaknya. Pondok pesantren adalah pilihan tepat bagi anak terutama ABG untuk tempat menuntut ilmu. Pondok pesantren bagi anak tidak saja melatih kemandirian, melatih kedisplinan dan melatih kesabaran. Tapi juga melatih ketahanan mental karena hidup terpisah dari orang tua.

Baca juga:

8 Tips Mudah Melatih Kemandirian Anak

Kita tidak sedang membahas pro kontra dan baik buruk sekolah di pondok pesantren. Bisa jadi setiap orang tua berbeda pendapat tentang hal ini. Tapi bila kedua orang tua bertekad memilih jalan memasukkan anak di pondok pesantren, maka ada beberapa tips yang bisa diterapkan. Tips-tips berikut ini bertujuan agar ada kesamaan antara keinginan dan cits-cita orang tua dengan anak.

1. Mendo’akan Sejak dalam Kandungan

Foto: Google

Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya lahir sempurna fisik dan mentalnya. Do’a tanpa henti diiringi ikhtiar maksimal dari orang tua terutama ibu sangat berpengaruh bagi tumbuh kembang anak. Jangan pernah lelah menyisipkan do’a agar anak kelak menjadi anak yang patuh dan senantiasa berbakti kepada kedua orang tua.

2. Menghadirkan Suasana Religi Sejak Usia Dini

Foto: Google



Sejak anak dilahirkan harus ada upaya untuk menghadirkan suasana religi secara terus menerus. Setiap hal yang masuk melalui panca indranya harus sesuai dengan ajaran agama. Adalah tugas orang tua untuk membentengi anak sejak usia dini dari segala hal yang bertentangan dengan agama.

3. Selalu Menceritakan Hal-hal Positif tentang Kehidupan di Pondok Pesantren.

Foto: Google

Sejak bisa mendengarkan cerita, sebaiknya anak hanya mendengarkan hal-hal yang baik saja dalam segala hal. Ini bertujuan agar anak sedini mungkin memiliki filter mana yang baik dan buruk dalam segala hal. Demikian juga mengenai pondok pesantren. Ajaklah anak untuk mencari kebaikan dan keuntungan tinggal di pondok. Bagaimana mereka akan hidup dalam ketenangan tinggal di lingkungan orang-orang saleh salihah yang saling mendo’akan dan saling menguatkan.

4. Menjaga dan Mengawasi Pergaulan Anak

Foto: Google




Hidup di era digital sekarang ini memudahkan setiap orang mengakses beragam informasi. Demikian juga anak-anak. Mudah bagi mereka mendapatkan berbagai informasi dan bergaul di dunia maya. Sudah tidak diperdebatkan lagi bahaya sosmed bagi anak. Karenanya perlu pengawasan terus menerus kepada anak terkait pergaulannya, terutama pergaulannya di dunia nyata.Tentu harus dicari cara yang menyenangkan agar anak tidak merasa dikekang dan mudah diarahkan agar tidak meniru perilaku buruk teman-tenannya.

5. Mengajak Anak Berkunjung ke Pondok Pesantren dan Melihat dari Dekat Kehidupan di sana.

Foto: Google



Berdiskusi dengan anak terkait sekolah di pondok pesantren perlu dilakukan. Sesekali ajaklah anak melihat dari dekat kehidupan di pondok. Bila perlu bisa menyertakan anak mengikuti pesantren kilat, seperti pondok romadhon atau pesantren liburan. Ini penting untuk mengawali. Setidaknya anak melihat sendiri bagaimana para santri bisa bahagia meski jauh dari orang tua.

Memasukkan anak ke pondok pesantren tentu tidak selalu mudah.Orang tua, terutama ibu, sejatinya adalah faktor pendorong suksesnya anak belajar di pondok. Bila ada rasa berat berpisah dengan anak, tentu anak akan ikut merasa meski berpisah jarak.

Membersamai anak dengan do’a adalah jalan terbaik agar sukses sekolah di pondok pesantren. Tidak perlu takut anak jadi bodoh dan kuper karena tidak menggunakan Hp. Anak-anak mendapatkan penjagaan langsung dari Allah. Bukankah akan ada saat mereka libur dan bisa bergaul kembali dengan teman-teman mereka yang tidak sekolah di pesantren. Ada pula saat mereka bisa menggunakan Hp.

Bila tekad telah kuat dan ikhtiar telah maksimal maka hanya kepada Allahlah kita menyerahkan semuanya. Proses yang baik telah dilalui dan Allahlah yang menentukan hasilnya.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like