5 Cara Memunculkan Rasa Ingin Tahu Anak

Dunia anak adalah dunia bermain. Dalam segala situsi dan di mana pun berada, yang ada dalam pikiran mereka adalah bermain dan bermain. Sebagian kita mungkin menganggap mereka membuang waktu. Namun, sejatinyabbermain adalah cara mereka belajar dan merengkuh banyak ilmu.
Sebagai orang tua, seharusnya kita tidak buru-buru memberikan stempel buruk pada anak. Karena dunia anak adalah dunia penuh kegembiraan dan canda tawa, melalui bermain pula banyak ilmu disuguhkan kepada anak. Sekolah-sekolah TK dan kelompok bermain menggunakan metode bermain dalam proses belajar-mengajar sehingga anak menjalalani hari-hari di sekolah dengan riang gembira. Bahkan, di tahap awal SD sekalipun, belajar masih dilakukan dengan bermain.
Anak- anak sangat suka menggali ilmu baru sambil bermain. Bermain dapat membuat mereka ingin tahu akan banyak hal. Kita sebagai  orang tua harus jeli menjadi media bertanya bagi anak agar mereka tidak bertanya kepada orang atau media yang salah. 
Bagaimana memunculkan rasa ingin tahu anak?
1. Mengenalkan Anak pada Lingkungan Alam dan Sekitarnya
Sejak dini, anak harus dikenalkan dengan alam dan lingkungan sekitarnya. Apa saja yang ada di sekelilingnya adalah sarana belajar yang menyenangkan. Sering mengajak anak menjawab teka-teki, bertanya yang memuncullan keraguan, atau berdiskusi tentang suatu hal adalah cara mudah membuat anak berpikir. Dengan berpikir, anak akhirnya akan banyak bertanya.
2. Selalu Siap Menjadi Tempat Bertanya
Rasa ingin tahu membuat anak bertambah pengetahuannya. Semakin bertanya, akan semakin menunjukkan minatnya pada ilmu baru. Sebagai orang tua kita harus selalu siap menjadi tempat bertanya yang menyenangkan bagi anak. Bila tidak menyenangkan bagi anak, maka anak akan bertanya kepada yang lain yang belum tentu terjamin kebenarannya.
3. Tidak Memberikan Respon Negatif Saat Anak Bertanya


Anak-anak selalu berpikir sebab akibat. Karenanya, orang tua harus berusaha memberikan jawaban yang akurat, agar kemampuan berpikir anak dapat terbangun sesuai tahapan usia. Ketika bertanya itulah sebetulnya anak memasukkan ilmu pengetahuan di otaknya. Oleh karena itu, orang tua hendaknya memberikan hanya respon positif saja pada anak agar anak tidak kecewa dan akhirnya malas bertanya lagi.
4. Memberikan Kesempatan Berekspresi Seluas-luasnya


Kesempatan berekspresi bisa dengan bermain, menekuni hobi, atau kegiatan apa saja yang menyenangkan anak. Dari sanalah mereka menemukan banyak hal baru yang memunculkan rasa ingin tahu mereka. Biarkan anak bereksperimen dan kenalkan dengan banyak hal tentang kehidupan dengan cara sederhana.
5. Biasakan Memberi Tantangan kepada Anak 



Terkadang, seseorang perlu menaklukkan tantangan agar bisa memotivasi diri. Tantanganlah yang bisa membuat seorang anak duduk berlama-lama atau berlelah-lelah. Tentu karena ingin meraih sesuatu.
Demikian sekelumit yang bisa dilakukan orang tua untuk memunculkan rasa ingin tahu anak. Kelima hal di atas bukan hal yang sulit dipraktekkan. Bila serius mengupayakan, maka anak-anak kita akan terbiasa menggali banyak hal baru dalam keseharian, sekaligus mengasah ketajaman berpikir mereka.
0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like