5 Tips Antigalau Pilih Ekskul untuk Anak.

Ekstrakurikuler di sekolah sebagai wadah pengembangan bakat dan sarana belajar mengatur waktu adalah sarana refreshing yang mendidik. Anak-anak melakukan berbagai kegiatan di luar mata pelajaran sekolah yang dapat membuat mereka menggali banyak hal dan ilmu baru.
Ekstra kurikuler di sekolah anak kami: Hanum Aulia Rusydaa kelas 5 dan Muhammad Hanif Ihsan Rosyadi kelas 1, SD Muhammadiyah 12 Surabaya, Jawa Timur, terbagi menjadi tiga jenis, yaitu ekstra wajib, ekstra pilihan, dan ekstra mandiri.
1. Ekstra Wajib. 
Ekstra wajib di sekolah mereka adalah hizbul wathan (semacam pramukanya Muhamnadiyah) dan bela diri tapak suci. Mulai kelas 3, anak-anak baru mulai ada kegiatan ini.
2. Ekstra Pilihan
Ekstra pilihan dilaksanakan pada hari Senin atau Selasa. Pilihannya pun beragam, antara lain dokter cilik, tahfidz, da’i cilik, desain grafis, painting, dan memasak. 
3. Ekstra Mandiri
Ekstra mandiri dilaksanakan pada hari Sabtu. Wali murid yang anaknya bersedia mengikuti ekstra mandiri harus membayar sendiri dan tidak dibiayai  sekolah. Pilihannya adalah Tahfidz, Bahasa Inggris, Futsal, Panahan, Robotika, dan Cinematografi.
Khusus ekstra mandiri, para siswa diberi kebebasan. Bila ingin memanfaatkan fasilitas sekolah dan memanfaatkan waktu hari Sabtu, salah satu ekstra mandiri bisa dipilih. Namun, bila menginginkan kebebasan bermain pada hari Sabtu, tidak ikut pun tidak apa-apa. Hanum sejak kelas lima mulai tidak mau menghabiskan hari  Sabtunya untuk ekstra mandiri. Dia ingin menikmati hari setelah setiap hari sekolah full day. Sayangnya, Hanif jadi ikut-ikutan tidak mau ikut, padahal baru kelas satu SD
Berdasarkan pengalaman Hanum sampai memasuki kelas lima ini, kami lebih punya bekal untuk Hanif dalam memilih ekstrakurikuler. Harus ada tips khusus agar tidak bingung saat memilih. Apa saja tips itu?
1. Sesuaikan dengan Bakat dan Minat
Mengapa harus menyesuaikan bakat dan minat? Terkadang, anak memiliki bakat, tetapi tidak minat mengikuti. Atau memiliki minat yang tinggi, tetapi tidak bakat. Yang ideal tentu yang sesuai dengan bakat dan minat. Namun, karena sering kali anak belajar sesuai mood-nya maka penting sekali memperhatikan minatnya. Tidak sedikit anak sukses karena minatnya, meskipun tidak bakat. Dia akan belajar dan terus berlatih tanpa paksaan karena pilihan sesuai dengan minatnya.
2. Pastikan Bisa Menambah Pengalaman Baru


Ekstrakurikuler harus bisa menambah pengalaman baru. Ilmu dan pengalaman di tempat ekstrakurikuler belum tentu bisa dengan mudah diperoleh di kelas. Oleh karena itu, mencari sebanyak-banyaknya pengalaman sangat dianjurkan bagi anak.
3. Jangan Ikut-ikutan Teman
Penting diperhatikan, anak-anak tentu senang berkegiatan bersama teman-temannya. Namun, jangan sampai memilih karena ikut-ikutan. Kesenangan, selera, minat, dan bakat setiap anak tidak selalu sama, meskipun sering bermain bersama. Orang tua perlu memberi pengertian kepada anak agar memilih sesuai  kemampuan dan keinginannya sendiri.
4. Tidak Membuat Prestasi Sekolah Menurun


Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler jangan sampai membuat anak kelelahan hingga tidak sempat belajar atau berprestasi di sekolah. Tentu hal ini sangat tidak dianjurkan. Anak-anak harus mengutamakan prestasi akademik.
5. Amati Perkembangannya



Anak-anak tidak selalu memiliki keinginan yang menetap. Amati dulu perkembangannya dan beri waktu satu bulan untuk menjalani. Bila anak suka dan giat belajar, lanjutkan. Bila anak terlihat semangatnya menurun, lebih baik minta izin kepada guru untuk ganti yang baru. 
Nah, tidak sulit, bukan? Berdasarkan pengalaman Hanum, mengikuti ekstra yang tidak sesuai minatnya hanya membuatnya malas dan lebih sensitif. 
Lebih baik membuka pintu dialog dan menggali apa kemauan anak. Orang tua mengarahkan, tetapi harus melihat kondisi anak.
0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like