5 Cara Membantu Anak Mengatasi Rasa Minder

Membuat anak memiliki rasa percaya diri tidak selalu mudah. Meskipun sudah diupayakan, rasa minder itu tidak selalu mudah dihilangkan. Orang tua kadang sudah melakukan banyak cara, seperti menyertakan dalam berbagai lomba, mengikuti club tertentu, hingga berani membayar mahal mengikuti suatu komunitas.

Mari kita mencoba menggali, kira-kira apa penyebab rasa minder itu datang dan kemudian merajai seluruh isi kepala anak. Ternyata, hal terbesar penyebab minder adalah kurangnya rasa syukur atas segala pemberian Allah. Kita kadang lalai mengajarkan bagaimana cara bersyukur dan terlalu fokus melihat kelebihan orang lain, hingga lupa bahwa anak  pun punya kelebihan. Bukankah setiap kekurangan selalu bersanding dengan kelebihan? Tidak mungkin seorang anak mempunyai kekurangan saja atau kelebihan saja.

Selain itu konsep diri negatif juga menjadi penyebab munculnya rasa minder. Merasa dirinya bukan siapa-siapa, tidak memiliki prestasi dan tidak punya peran di lingkungannya adalah beberapa hal yang tidak sadar sering dirasakan anak. Rasa ini sangat mengganggu anak dalam pergaulan, terlebih bila yang menjadi sumber minder adalah kondisi fisik anak dan kondisi ekonomi orang tua. Orang tua harus meyakinkan anak bahwa setiap anak bisa berprestasi, bagaimanapun kondisinya.

Lantas, bagaimana mengatasinya?

1. Ikhlas

Menghadirkan rasa ikhas dalam hati anak untuk mengusir rasa minder memang butuh perjuangan dan butuh proses. Hal ini karena orang tua belum tentu menghadirkan rasa ini di hati. Menyadari bahwa semua yang terjadi adalah takdir harus menjadi yang utama diperhatikan untuk dipahamkan kepada anak sejak sejak dini.

2. Menghargai Pencapaian Diri

Syukuri sekecil apa pun prestasi yang telah diraih anak. Bukankah langkah besar dimulai dari langkah kecil? Pencapaian besar dimulai dari pencapaian-pencapaian kecil yang konsisten diupayakan. Buatlah anak mengerti bahwa orang tua merasa bangga atas pencapaiannya. Tunjukkan pula bahwa orang tua menghargai jerih payahnya, walaupun mungkin memang tidak seberapa.

3. Meningkatkan Kualitas Diri

Ajakan anak memuulai dengan menerima kekurangan diri. Bantu anak menghargai dirinya sendiri dengan terus belajar dan belajar. Yakinkan dirinya bahwa dia layak menjadi lebih baik. Bantu anak tingkatkan pengetahuan bagaimanapun kondisinya. Dengan cara itu, wawasan kita akan terus bertambah dan sedikit demi sedikit akan menumbuhkan rasa percaya diri.

4. Berkumpul Dengan Teman-teman yang Selalu Saling Menyemangati

Berkumpul dengan teman-temannya yang setia dengan kritik membangunnya dapat menjadi dukungan berarti bagi anak. Sebaliknya, teman yang kata-katanya destruktif dan menjatuhkan mental akan menghambat langkah anak dan makin membuat dirinya merasa tak berarti.

5. Tidak Perlu Menjadi Anak yang Perfeksionis

Boleh saja punya cita-cita, tetapi bila terlalu tinggi tentu akan menyiksa diri. Akan lebih bijaksana bila anak dibantu menyederhanakan keinginan dan cita-citanya, tetapi semangat yang harus tetap tinggi. Tidak perlu menyalahkan dirinya sendiri bila belum mampu tergapai semua yang ingin diraih. Juga tidak perlu terlalu kecewa bila belum sampai pada prestasi tertentu. Tidak atau belum mampu meraih cita-cita bukan ukuran kesuksesan seseorang.

Demikian beberapa upaya yang bisa ditempuh untuk mengatasi rasa minder pada anak.

Tidak perlu terburu-buru ingin menikmati hasil karena butuh proses yang panjang, butuh konsistensi, dan butuh kemauan keras, baik dari anak maupun orang tua untuk melepaskan diri dari jeratan rasa minder.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like