5 Tips Mengobati Rasa Putus Asa pada Anak

Anak-anak sering memiliki beragam keinginan. Bila tidak terwujud, biasanya akan menunjukkan reaksi negatif, seperti ngambek atau marah. Orang tua harus selektif menuruti kemauan anak karena memang tidak semua keinginannya harus dituruti. Sangat bijak bila sejak dini anak dibuat mengerti mengapa tidak semua keinginannya dapat terwujud.

Tercapainya semua harapan dan cita-cita adalah impian semua orang, termasuk anak-anak. Bila telah berusaha dan keinginan belum terwujud, sebagian anak-anak tidak dapat terhindar dari rasa kecewa dan putus asa.

Putus asa adalah hilang harapan. Juga menggambarkan sebuah ketidakberdayaan untuk memperbaiki yang telah sirna. Saat kegagalan tidak disikapi dengan baik dan putus asa menyerang maka anak bisa stres dan akan  mengantarkannya pada kesedihan tak berkesudahan. Orang tua harus tanggap bila anak terlihat putus asa  dan tidak semangat lagi mengupayakan apa yang diinginkannya.

Bagaimana tips membantu anak mengobati rasa putus asanya?

1. Ikhlas Atas Semua Ketetapan Allah

Semua yang terjadi telah sesuai skenario Allah. Dialah sebaik-baik pengatur dan pelindung kita. Mengambil hikmah atas setiap kejadian adalah langkah tepat agar rasa putus asa dapat terobati. Bukankah percuma saja tidak ikhlas, toh semua sudah terjadi. Meskipun tidak mudah memahamkan hal ini kepada anak, sedini mungkin harus berlatih menjaga keikhlasan agar hidupnya tenang.

2. Mencari Sebab Mengapa Bisa Gagal

Kadang kita tidak mengerti mengapa bisa gagal, apalagi seorang anak. Meskipun memang kegagalan adalah takdir, bila kita berusaha mencari sebabnya maka kita akan lebih mudah mengambil hikmah dari setiap kegagalan. Mencari sebab kegagalan tentu tidak bermaksud untuk mencari kambing hitam, tetapi untuk mengevaluasi agar langkah yang keliru di masa lalu tidak terulang kembali. Anak yang terbiasa mengambil hikmah dan pelajaran atas semua kegagalan akan lebih ringan dalam melangkah dan mengambil sikap.

3. Mengatur Kembali Langkah

Kecewa dan putus asa memang manusiawi. Keduanya adalah hal lumrah yang kita alami saat terpuruk. Akan tetapi, bila kita ingin meraih cita-cita, maka langkah baru harus ditempuh, rencana baru harus disusun, strategi baru harus diatur, dan tekad baru harus dikuatkan. Hal inilah yang pelan-pelan harus diajarkan kepada anak. Berpegang pada pengalaman kegagalan yang lalu, ajak anak mengatur rencana lagi.

4. Tidak Mengeluh

Mengeluh tidak akan memperbaiki keadaan. Setiap kegagalan yang disikapi dengan mengeluh hanya akan memunculkan masalah baru. Ajak anak belajar menghadapi semua yang terjadi dengan lapang dada. Merelakan semua yang hilang meski tak kembali justru akan memunculkan semangat baru.

5. Berdoa dan Memohon Petunjuk

Yang paling utama dilakukan ketika putus asa adalah tidak lupa berdoa kepada Allah Sang Pembuka Jalan. Memohonlah kepada-Nya agar jalan petunjuk terhampar di depan mata. Apalah gunanya ikhtiar tanpa doa. Bagai sayur tanpa garam: hambar dan tidak menggugah selera. Anak yang merasa putus asa dan tidak semangat lagi harus dikuatkan mentalnya dengan banyak berdoa.

Mengobati rasa putus asa bukan hal mudah, tetapi akan jadi mudah bila ada kesungguhan menata masa depan dan memperbaiki segala kesalahan. Anak-anak yang merasa putus asa harus mendapatkan pendampingan untuk menguatkan hati dan menambah semangatnya. Buatlah dirinya  yakin, masih terbentang jalan dan harapan untuk menjadi lebih baik pada masa yang akan datang. Semangat saja terus meningkatkan kualitas diri maka putus asa akan terkikis bersama waktu. Yakinkan anak, selalu ada jalan bagi mereka yang gigih berusaha.

x

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like