Cara Bijak Mengelola Keuangan Bagi Pegawai Negeri Sipil

Memiliki penghasilan yang cukup adalah dambaan setiap orang. Sejak menjadi sosok dewasa, seseorang yang telah lulus sekolah, terutama lulus kuliah, tentu berharap memiliki penghasilan yang memadai. Tidak saja untuk memenuhi kebutuhannya, tetapi juga sebagai bekal berumah tangga. Itulah sebabnya, bijak mengatur keluar masuknya uang harus diperhatikan, terutama bagi Anda yang memilih menjadi Pegawai Negeri Sipil. Agar bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, Anda harus mengetahui cara mengelola keuangan bagi Pegawai Negeri Sipil

Assalaamu’alaikum

Hai, Pembaca!

Pernahkah kita berpikir bahwa sebenarnya mengelola keuangan adalah hal penting yang harus diperhatikan semua orang, apa pun profesinya? Apa pun profesi kita dan berapa pun gaji kita seharusnya bisa diatur agar cukup hingga sebulan penuh. Tidak sekadar memenuhi gaya hidup yang jelas tidak akan membuat puas.

 

Rezeki kita akan cukup untuk memenuhi biaya hidup, tetapi tidak akan cukup untuk memenuhi gaya hidup.

 

Alasan Mengapa Mengelola Keuangan Keluarga Itu Penting

Tidak semua orang menganggap mengelola keuangan itu penting. Sebagian orang beralasan bahwa mengelola keuangan hanya membuat hidup jadi ribet dan tidak bebas. Apakah Anda juga seperti itu? Kalau demikian, mulai sekarang harus secara bertahap mengubah pola pikir Anda yang keliru itu agar tidak menyesal di kemudian hari. Mengapa? Tentu karena kita tidak pernah tahu bagaimana kondisi kita pada masa yang akan datang, juga bagaimana kondisi keuangan kita.

Kondisi keuangan memang menjadi salah satu kondisi yang bisa berpengaruh terhadap keberlangsungan hidup kita. Semua pasti sepakat bahwa kondisi keuangan yang baik membuat hidup kita bisa lebih leluasa. Saya tidak beranggapan bahwa kondisi keuangan yang buruk akan buruk pula hidup kita. Tidak seperti itu! Kita banyak menjumpai seseorang yang kondisinya baik-baik saja kendati  keuangannya pas-pasan. Dia bisa dengan mudah menjalani harinya apa adanya. Namun, bayangkan bila ada upaya mengelola keuangan dengan baik sehingga kondisi keuangan pun baik. Pasti beda, kan, keadaannya? Apalagi, bila sudah berkeluarga.

Berapa pun penghasilan kita, bila dikelola dengan baik, tentu akan berdampak positif pada kehidupan kita pada masa mendatang.

Adapun manfaat mengelola keuangan keluarga adalah sebagai berikut:

1. Mewujudkan Tujuan Hidup

Setiap orang, terutama yang sudah berkeluarga, tentu memiliki tujuan hidup, seperti membeli rumah, naik haji, menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi, membeli mobil, dan lain-lain. Dengan pengelolaan keuangan yang tepat, seperti perencanaan, penghematan dan menabung, tentunya akan membantu terwujudnya tujuan itu.

2. Menghindari Pemborosan

Tanpa pengelolaan keuangan, kita akan sulit menghindarkan diri dari sifat boros. Ketika uang ada di tangan, kesempatan membeli ada, tidak ada alasan untuk menunda atau menggagalkan bila tidak dari diri sendiri. Kadang kita tidak memiliki prioritas mana yang penting dan kurang penting. Ketika merasa membutuhkan, atau bahkan sekadar keinginan, sesuatu yang kita harapkan akan segera terbeli.

 

Dengan pengelolaan keuangan yang baik, kita akan terbiasa memilih mana yang penting dan tidak penting sehingga terhindar dari pemborosan.

3. Memiliki Dana Darurat

Siapa yang bisa memprediksi masa depan? Bukankah hal apa pun bisa saja terjadi? Ibarat sedia payung sebelum hujan, dengan memiliki pengelolaan keuangan yang baik, kita bisa menyiapkan dana darurat untuk kebutuhan mendesak yang kadang tidak terduga. Misalnya, tiba-tiba di-PHK, mendadak rumah kebakaran, kecelakaan, bencana alam, atau hal lain yang tak terduga.

Alasan Sebagian Orang Memilih Berprofesi sebagai PNS

Sebagian orang mengejar profesi Pegawai Negeri Sipil, meskipun ditempuh dengan tidak mudah. Seleksi yang ketat, bahkan ada yang sampai mengikuti tes sampai berkali-kali, tidak menyurutkan semangat sebagian orang untuk terus mencoba sampai berhasil.

Bisa ditebak, harapan banyak orang sejak dulu hingga kini dengan bekerja di salah satu lembaga pemerintah sebagai PNS, masa depan terjamin. Ya! Karena para PNS telah pasti memiliki dana pensiun.

Hal lain yang membuat banyak orang melirik profesi ini adalah karena bisa berpenghasilan lebih stabil. Tidak seperti perusahaan swasta yang rawan bangkrut dan ada kemungkinan PHK, bekerja sebagai PNS relatif lebih stabil.

Selain itu, kebanggaan menyandang profesi ini pun masih jamak di masyarakat kita. Maklum  … untuk bisa diterima, harus menyisihkan ratusan pendaftar lain yang memiliki harapan yang sama.

Cara Mengelola Keuangan Bagi Pegawai Negeri Sipil

Apa pun profesi kita, seharusnya tetap memikirkan cara mengelola keuangan. Meskipun sebagai PNS tidak mungkin mengalami kebangkrutan yang berdampak pada keuangan keluarga, tidak berarti bahwa para pegawai pemerintah itu bisa bersantai-santai saja tanpa perencanaan keuangan dan tanpa pengelolaan yang baik agar penghasilan bisa mencukupi kebutuhan dalam sebulan.

Mengapa mengelola keuangan bagi PNS itu penting? Tentu karena jumlah penghasilan yang umumnya terbatas, sesuai golongan masing-masing. Berikut ini adalah cara bijak mengelola keuangan bagi PNS.

1. Pisahkan antara Kebutuhan dan Keinginan

Penting untuk diperhatikan bahwa karena gaji terbatas mana harus menahan diri dari belanja barang-barang yang hanya memenuhi keinginan semata, bukan barang yang benar-benar dibutuhkan. Bila menginginkan suatu barang, sebaiknya menabung terlebih dahulu.

2. Tidak Tergiur dengan Angsuran Mobil atau Angsuran Apa pun

Ini yang sulit. Tidak sedikit para PNS yang justru tergiur dengan berbagai jenis angsuran dengan dalih peningkatan kualitas hidup. Tidak sedikit pula yang menganggap status sebagai PNS adalah berarti terbukanya kesempatan untuk berutang atau mengangsur. Syarat yang mudah dan angsuran yang tidak memberatkan membuat makin banyak PNS ikut mengangsur. Padahal, berutang tentu membuat biaya operasional bulanan menjadi kacau.

3. Tidak Berutang di Bank

Memilih utang di bank untuk memenuhi beragam kebutuhan memang pilihan simpel. Tidak perlu proses yang lama, sejumlah uang yang diharapkan segera dalam genggaman. Akan tetapi, sisa uang gaji yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari  jadi berkurang. Bila ada tambahan penghasilan lain tentu tidak masalah, tetapi bila tidak ada akan menyulitkan pengaturan dana bulanan. Selain itu, meminjam uang di bank adalah riba. Sebisa mungkin kita menghindarkan diri dari segala hal yang berbau riba agar hidup kita senantiasa dalam keberkahan. Termasuk dalam riba adalah menggadaikan SK PNS untuk mendapatkan pinjaman dana dari bank. Sayangnya, sedikit sekali yang berpikir idealis semacam ini. Umumnya para PNS memanfaatkan kesempatan untuk meminjam dana di bank untuk aneka kebutuhan. Sebagian besar justru merasa sayang bila fasilitas ini diabaikan.

4. Utamakan Menabung Saat Terima Gaji

Menabung bisa dilakukan di dua tempat. Sebaiknya PNS memiliki rekening khusus yang tetap jumlahnya, serta terpisah dengan rekening pendapatan dan pengeluaran.  Hal ini bertujuan agar uang di rekening khusus ini hanya digunakan untuk keperluan mendesak, seperti biaya pengobatan atau biaya masuk sekolah anak. Selain itu, bisa juga ditambah dengan menabung di tempat khusus di rumah. Bisa di kaleng khusus, celengan lucu atau di mana saja. Masukkan uang Rp2.000,00 atau Rp5.000,00 per hari dan tidak diambil sebelum penuh. Meskipun terkesan sepele, menyisihkan uang dengan cara ini efektif agar bisa melatih diri berhemat dan gemar menabung. Selain itu, bisa digunakan sebagai cadangan untuk keperluan tak terduga yang jumlahnya tidak terlalu kecil.

 

Baca juga:

Tips Bermedia Sosial dengan Cerdas Bagi Ibu Rumah Tangga

Berpikir Positif: Cara Mudah Kelola Emosi Ibu Rumah Tangga

5. Lakukan Penghematan Belanja Bulanan

Keperluan sehari-hari yang langsung dibeli sekali belanja terbukti efektif menghemat biaya bulanan. Tidak percaya? Coba saja! Setelah mengalokasikan dana untuk rekening dan SPP anak-anak, sisanya sebaiknya segera digunakan untuk belanja keperluan bulanan. Apa saja yang dibeli harus menyesuaikan jumlah yang dialokasikan. Bisa disiasati dengan memilih barang yang sedang diskon atau yang murah,  tetapi berkualitas. Bila membeli barang tidak langsung dalam satu bulan kemungkinan  besar akan terjadi pemborosan karena sering tergoda membeli barang yang tidak terlalu perlu. Terlebih lagi, bila belanja dengan anak-anak. Kita biasanya akan kesulitan menahan keinginan anak-anak untuk beli ini itu.

6. Milikilah Usaha Sampingan

Bisnis atau usaha sampingan bagi PNS sangat membantu agar roda perekonomian rumah tangga berputar stabil. Tidak selalu harus dengan modal besar, apalagi sampai menghabiskan banyak waktu. Hal ini karena PNS memiliki ritme kerja yang relatif tetap. Meninggalkan tugas saat jam kerja tentu bukan perilaku terpuji! Jalani bisnis dengan bijak mengatur waktu. Bila telah mampu menciptakan keteraturan, Insya Allah akan berhasil, baik sebagai PNS yang amanah maupun sebagai pebisnis yang andal.

Demikian enam cara bijak mengelola keuangan bagi Pegawai Negeri Sipil. Bila karena jenjang karier dan kepangkatan seorang PNS mendapat kenaikan gaji secara berkala, pengeluaran tetap harus dihemat dan keuangan tetap harus dikelola. Bukankah hidup sederhana itu anjuran Rasulullah? Pertambahan gaji sebaiknya menambah jumlah tabungan, bukan menambah biaya konsumtif untuk memenuhi gaya hidup. Apalagi, untuk balas dendam karena pernah hidup dalam kekurangan akibat gaji yang terbatas.

Wassalaamu’alaikum

Salam santun,

Dian Rahayu

 

Sumber gambar: Freepik

Tulisan ini diikutsertakan dalam 30 Days Writing Challenge Sahabat Hosting

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Read More

Melepas Asa

Aku sudah sampai di depan kamar Winda. Beberapa menit yang lalu, Tante Hesti, Mama Winda, meneleponku dengan panik…